Inovasi

Material Baterai Daur Ulang Diuji, Siklus Pakai Sel Hampir Dua Kali Lipat

Penelitian terbaru mengenai baterai lithium-ion menunjukkan bahwa material hasil daur ulang tidak selalu memiliki kualitas lebih rendah dibandingkan bahan baru. Tim peneliti dari Worcester Polytechnic Institute (WPI), Amerika Serikat, berhasil mengembangkan metode pengolahan limbah baterai menjadi material katoda dan anoda berkinerja tinggi. Dalam pengujian, sel baterai yang menggunakan kedua komponen hasil daur ulang tersebut menunjukkan masa siklus hampir dua kali lipat dibandingkan sel berbahan komersial. Temuan yang diumumkan pada 16 Oktober 2026 ini membuka peluang besar bagi perkembangan teknologi penyimpanan energi, terutama dalam mendukung kendaraan listrik, mengurangi limbah baterai, dan menciptakan industri manufaktur yang lebih berkelanjutan.

Peneliti WPI Kembangkan Material Baterai Daur Ulang Berkinerja Tinggi

Kemajuan teknologi penyimpanan energi terus memperbesar penggunaan komponen penyimpanan energi untuk kendaraan listrik. Ketika permintaan baterai terus berkembang, banyaknya baterai yang mencapai akhir masa pakai juga berpotensi meningkat. Untuk menghadapi persoalan ini, tim peneliti Worcester Polytechnic Institute merancang pendekatan pengolahan ulang material yang berfokus pada peningkatan nilai komponen bekas. Pendekatan ini memungkinkan material hasil daur ulang digunakan kembali dengan kemampuan penyimpanan energi yang kompetitif.

Studi yang dipublikasikan dipimpin oleh Profesor Yan Wang dari Worcester Polytechnic Institute dan diterbitkan dalam jurnal Advanced Energy Materials. Tidak seperti sebagian metode daur ulang yang mengutamakan pemulihan komponen elektroda positif, tim ini mengolah ulang material dari kedua elektroda utama baterai. Pendekatan menyeluruh ini membedakan studi ini dari pendekatan yang hanya mengolah satu elektroda. Melalui proses pengolahan yang terkontrol, limbah baterai tidak harus berhenti sebagai sumber logam mentah. Pengujian laboratoriumnya memperlihatkan daya tahan sel yang lebih baik dibandingkan material komersial dalam pengujian tersebut.

Teknologi Upcycling untuk Meningkatkan Kualitas Elektroda Baterai

Melalui pendekatan yang digunakan, para ilmuwan mengolah campuran limbah katoda dengan komposisi nikel yang tidak terlalu tinggi untuk menghasilkan material katoda NMC622. NMC622 merupakan material katoda berbasis nikel, mangan, dan kobalt dengan proporsi unsur yang disesuaikan untuk kinerja baterai. Metode upcycling ini tidak hanya bertujuan memisahkan logam. Dengan memperbaiki komposisi dan karakteristik bahan, peneliti mengoptimalkan transportasi ion di dalam elektroda. Karakteristik tersebut memengaruhi efisiensi reaksi baterai.

Di samping mengolah senyawa NMC622, para peneliti turut menggunakan kembali material grafit bekas. Grafit merupakan bahan penyimpan ion lithium pada sisi negatif baterai. Pada pengembangan material ini, grafit bekas dimurnikan dan dimodifikasi hingga dapat digunakan sebagai material anoda berkualitas baterai. Peningkatan kualitas grafit ini mendukung kelancaran reaksi pada permukaan elektroda dan daya tahan material dalam proses elektrokimia. Apabila elektroda positif serta negatif yang telah diolah dipasangkan, peneliti memperoleh gambaran kinerja baterai lengkap melalui pengukuran daya tahan elektrokimia.

Mengapa Peningkatan Nilai Material Penting bagi Industri Baterai

Konsep peningkatan nilai material mengacu pada proses mengubah limbah menjadi produk dengan nilai atau fungsi lebih tinggi. Di bidang manufaktur sel lithium-ion, pendekatan tersebut berbeda dari pemulihan bahan mentah biasa. Sejumlah metode pemrosesan baterai bekas berfokus pada pemulihan unsur penyusun elektroda yang memerlukan pengolahan tambahan untuk membentuk komponen baterai. Dalam pendekatan upcycling, material bekas diarahkan menjadi komponen berkinerja tinggi. Meski demikian, keberhasilan metode tersebut memerlukan pengendalian komposisi material.

Pemanfaatan kembali kedua elektroda juga memiliki manfaat dari sisi penggunaan sumber daya. Ketika proses pemulihan mengabaikan sebagian material, peluang penggunaan ulang material tertentu bisa berkurang. Berkat pengolahan material elektroda secara lebih menyeluruh, proses produksi material baru dapat memakai lebih banyak sumber sekunder. Di sisi lain, komposisi limbah baterai sangat beragam. Oleh sebab itu, pengendalian mutu bahan masuk tetap diperlukan agar kinerja baterai dapat dipertahankan.

Pengujian Pouch Cell Menunjukkan Ketahanan Lebih Tinggi

Bagian paling menarik dari penelitian ini adalah kemampuan sel bertahan lebih lama. Melalui percobaan yang dilakukan, tim peneliti merakit pouch cell menggunakan katoda dan anoda hasil upcycling. Sel yang dihasilkan masih menyimpan 70 persen kapasitasnya pada siklus ke-2.590. Dalam perbandingan pengujian tersebut, jumlah siklus penggunaannya menunjukkan peningkatan hampir dua kali. Pencapaian tersebut memberikan bukti awal bahwa bahan bekas dapat menghasilkan performa tinggi.

Kendati angka pengujiannya menarik, ketahanan laboratorium tidak langsung menunjukkan usia kalender baterai. Satu siklus baterai menggambarkan proses pemakaian kapasitas yang setara satu pengosongan penuh, bukan sekadar satu sesi pengisian singkat. Dalam penggunaan sebenarnya, umur baterai berkaitan dengan pola pengisian, tingkat arus, serta karakteristik perangkat. Karena alasan tersebut, hasil 2.590 siklus perlu dipahami sebagai hasil eksperimen sebelum digunakan dalam produk massal.

Manfaat Daur Ulang Baterai bagi Lingkungan dan Industri Kendaraan Listrik

Selain mengevaluasi performa sel, peneliti melakukan penilaian terhadap efisiensi sumber daya dari metode pengolahan yang dikembangkan. Dalam evaluasi penelitian, proses ini berpotensi memanfaatkan lebih dari 95 persen material limbah. Dalam perhitungan profitabilitas, pendekatan tersebut menunjukkan potensi peningkatan keuntungan sebesar 22,9 persen dibandingkan metode referensi yang digunakan peneliti. Angka tersebut memberikan gambaran peluang komersialisasi, tetapi memerlukan evaluasi biaya ketika teknologi diperbesar skalanya.

Berdasarkan analisis dampak produksi, metode tersebut menunjukkan potensi pengurangan emisi sekitar 27 persen dan menunjukkan kebutuhan energi 29,4 persen lebih rendah dibandingkan proses referensi dalam penelitian. Temuan ini memberikan gambaran manfaat ekonomi sirkular. Untuk produsen baterai otomotif, pemanfaatan material dari baterai bekas berpotensi mengurangi ketergantungan pada sebagian bahan tambang baru. Namun demikian, besarnya penghematan dipengaruhi sumber energi dan sistem manufaktur, sehingga evaluasi skala komersial menjadi penting.

Kesimpulan Material Baterai Daur Ulang dengan Umur Siklus Lebih Panjang

Pengembangan material baterai oleh tim WPI menunjukkan peluang inovasi penting dalam teknologi penyimpanan energi. Melalui pengolahan ulang katoda dan grafit, tim peneliti berhasil menghasilkan sel dengan umur siklus hampir dua kali lipat. Data eksperimen yang menunjukkan retensi kapasitas 70 persen setelah 2.590 siklus memberikan indikasi potensi pengembangan. Ditambah dengan estimasi pengurangan emisi dan kebutuhan energi, sehingga pendekatan ini berpotensi mendukung industri baterai yang lebih berkelanjutan. Meski demikian, kesiapan industri belum dapat disimpulkan hanya dari eksperimen awal. Apa pendapat Anda, apakah baterai berbahan daur ulang berpotensi menjadi pilihan utama? Sampaikan pandangan Anda mengenai manfaat daur ulang baterai.

Related Articles

Back to top button